GAMBARAN UPAYA PENCEGAHAN SCABIES PADA SANTRI TINGKAT ALIYAH PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRA TAHUN 2016

  • Ahmad zailani Poltekkes Banjarmasin
  • Yeni Mulyani Poltekkes Banjarmasin
  • Khairir Rizani Poltekkes Banjarmasin
Keywords: Pencegahan scabies, kejadian scabies

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit akibat investasi dan sensitisasi oleh tungau Sarcoptes scabei. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini antara lain sosial ekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, hubungan seksual dan sifatnya promiskuitas (ganti-ganti pasangan), kesalahan diagnosis dan perkembangan demografi serta ekologi, resiko penularan scabies di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura masih tinggi. Masalah tersebut jika tidak diatasi maka penularan scabies akan lebih mudah terjadi, dan jumlah penderita scabies akan meningkat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan pada kejadian scabies yang dilakukan oleh santri tingkat Aliyah Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera Cindai Alus Martapura 2016. Metode yang diguakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santri tingkat aliyah di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera, sampel berjumlah 76 responden yang diambil dengan teknik proporsional stratified random sampling.

Hasil penelitian terlihat bahwa sebagian besar responden melakukan upaya pencegahan kejadian scabies yang kurang baik sebanyak 41 responden (54%). Sebagian besar siswa di Pondok Pesantren Darul Hijrah tidak mengalami scabies sebanyak 51 responden (67%). Upaya pencegahan scabis yang baik pada siswa Pondok Pesantren Darul Hijrah cendrung tidak mengalami sebanyak 23 responden (66%).

Bagi Pondok Pesantren agar meningkatkan upaya kesehatan dengan memberikan edukasi berupa pemahaman, penyuluhan scabies dan upaya pencegahannya dan menyediakan air bersih yang cukup sesuai kebutuhan santri, menjamur kasur dan pakaian diterik matahari, dan mengobati santri terkena scabies sampai tuntas.

References

Andarmoyo. S dan Isroin, L. 2012. Personal Hygiene. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Arikonto. S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis. Edisi 2. Jakarta: Rineka Cipta.
Badri, 2008. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Bandung. http://digilib.litbang.depkes.go.id/
Depkes, 2007. Cegah dan Hilangkan Penyakit ‘khas’ Pesantren. Diakses pada website http://suhelmi.wordpress.com/
Djuanda. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedoktoran Universitas Indinesia.
Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Hipo Krates.
Hidayat. A.A.A. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. 2014. Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.
Santoso, P. Dkk. 2014. Studi Tungau Kudis Sarcoptes Scabiei Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pasuruan: Tidak Diterbitkan.
Siregar, R.S. 2005 Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Jakarta: EGC
Slamet dan soemirat. 2007. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Soedarto. 2001. Buku Ajar Parasitologi Kedoktoran. Jakarta: CV sagung Seto.
Sudirman, T. 2006. Scabies Masalah Diagnosis dan Pengobatan. Majalah Kesehatan Damianus.
Sutrisisono, dkk. 2006. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta.
Published
2019-06-21