PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR)

  • Marwansyah marwansyah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Ainun Sajidah
Keywords: Ekstrak daun salam, Luka insisi, Penyembuhan

Abstract

Latar belakang : Daun salam bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka dengan menempelkannya ditempat luka. Salah satu kandungan dari daun salam adalah sebagai anti bakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga dapat menyembuhkan penyakit infeksi dan mencegah adanya peradangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih  (Rattus Norvegicus Strain Wistar).

Metoda : Jenis penelitian True eksperimental dengan Postest Only Control Group Design,  menggunakan hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar), teknik sampling dengan simple random sampling, terdiri 4 kelompok yaitu 2 kelompok dengan perlakuan pemberian ekstrak daun salam masing-masing 15% dan 30%, 1 kelompok kontrol positif dengan pemberian cairan iodine povidone dan 1 kelompok kontrol negatif tanpa diberikan bahan apapun. Data dianalisa menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas data dengan Shapiro Wilk, Uji komparasi Kruskall Wallis Test.

Hasil : Kelompok perlakuan dengan Ekstrak Daun Salam 15%  rata-rata lama penyembuhan yaitu 8,8 hari.  Ekstrak Daun Salam 30% rata-rata 11 hari dan povidon iodine 10% rata-rata 9,2 hari sedangkan untuk kontrol rata-rata 15,6 hari. Hasil uji Kruskall-Wallis menunjukkan nilai Asymp. Sig < 0,05 menunjukkan ada perbedaan pemberian ekstrak daun salam dengan lama penyembuhan luka insisi.

Kesimpulan : Dosis penggunaan yang memberikan efek terbaik untuk mempercepat proses penyembuhan luka insisi adalah ekstrak daun salam dengan konsentrasi 15%. Diperlukan uji toksisitas, untuk mengetahui efek bahan yang terdapat di dalam ekstrak daun salam (Syzygium Polyanthum). Masyarakat sebaiknya menggunakan ekstrak daun salam (Syzygium Polyanthum) sebagai alternatif untuk bahan penyembuhan luka bersih

References

Adjirni. 1999. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Volume 5, Nomor 3. Jakarta:Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia
Baker, H.J.Jr. 1980. the Laboratory Rat Vol 1 Research Aplication. Academic Press inc, Sandiego
Brunner and Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Alih Bahasa : Agung Waluyo, et al, Edisi 8, EGC, Jakarta.
Fedrick Purdue.2003. Wound Healing Studies in Human Volunteers, (online), http://www.woundcare.org/news.html
Handayani D.I, Barid I, Rahayu Y.C, Kurniawati A, Yustisia Y. 2005. Petunjuk Praktikum Biologi Mulut. FKG Jember
Harismah, K. dan Chusniatun, 2016. Pemanfaatan Daun Salam (Eugenia
Polyantha) Sebagai Obat Herbal Dan Rempah Penyedap Makanan. Warta
Lpm , Pp. Vol .19 No. 2 110-118
Katzer, G. 2001. Indonesian Bay-Leaf (Eugenia polyantha Wight.), http://gernot-katzers-spicepages.com/engl/Euge_pol.html. diakses 14 November 2015
Kemenkes, RI., 2011. 100 Top Tanaman Obat. Jakarta: Kementrian Kesehatan
RI
Lelono, R.A.A. dan Tachibana, S., 2013, Bioassay-guided isolation and identification of antioxidative compounds from the bark of Eugenia polyantha. Pakistan Journal of Biological Sciences, 16(16): 812-818.
Liliwirianis, et al . 2011. Preliminary Studies On Phytochemical Screening
Of Ulam And Fruit From Malaysia. EJournal Of Chemistry, Volume VIII
Morison, M. J., 2003, Manajemen Luka, EGC, Jakarta
Prahastuti, S., Tjahjani, S. dan Hartini, E., 2011. The Effect Of Bay Leaf Infusion (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp) To Decrease Blood Total Cholesterol
Level In Dyslipidemia Model Wistar Rats. Jurnal Medika Planta, P. Vol. 1
No.4.
Ramli, S., Radu, S., Shaari, K. dan Rukayadi, Y., 2017. Antibacterial Activity Of Ethanolic Extract Of Syzygium Polyanthum L. (Salam) Leaves Against Foodborne Pathogens And Application As Food Sanitizer. Biomed Research International, Pp. 1-13.
Robinson, T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Edisi VI, Hal 191-216, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, ITB, Bandung.
Smeltzer, Suzanne C.2002. Brunner & Suddarth’s Texbook of Medical Surgical Nursing, 8th Edition, Agung Waluyo (penterjemah).2002. EGC, Jakarta.
Sumono, A. dan Wulan, S.D.A. 2009. Kemampuan air rebusan daun salam (Eugenia polyantha W.) dalam menurunkan jumlah koloni bakteri Streptococcus sp. Majalah Farmasi Indonesia, 20(3), 112- 117
Sundari dan Masruhen. 2010. Studi Beberapa Dosis Infus Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Antidiare Pada Mencit. Farmasains, Volume 1, No.1 (2010).
Suriadi.2004. Perawatan Luka Edisi Satu. Sagung Seto. Jakarta
Published
2020-05-28