EFEKTIVITAS KOMPRES CUKA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA BALITA PASCA IMMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS CEMPAKA KOTA BANJARBARU

  • Evi Risa Mariana poltekkes banjarmasin
  • Suroto Suroto
Keywords: Kompres Cuka, Penurunan Suhu Tubuh

Abstract

Kondisi demam pada balita tidak hanya karena adanya penyakit juga dialami setalah mendapatkan immunisasi dasar. Ada dua manajemen demam yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu tindakan non farmakologi terhadap penurunan panas adalah kompres sebagai metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan. Untuk menurunkan suhu tubuh, dikenal juga obat demam tradisional dengan cuka yang harganya sangat terjangkau dan juga efektif meredakan demam. Obat ini meredakan demam dikarenakan kandungan asam di dalamnya dapat berfungsi untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Selain itu, obat demam tradisional ini mengandung banyak mineral yang dapat memenuhi kebutuhan mineral tubuh akibat demam.

Jenis penelitian ini adalah adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan pre test – post test control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis suhu tubuh balita pasca immunisasi setelah diberikan kompres cuka dan tanpa cuka serta menganalisis efektivitas kompres cuka sebagai bahan kompres dengan cara membandingkan suhu tubuh balita pasca immunisasi dengan suhu tubuh normal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami demam pasca immunisasi dasar di Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Sampel diambil secara accidental sampling dalam waktu 2 bulan, yang dijadikan sebagai kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan Independent t-test dan Paired t-test dengan signifikansi α 0,05.

Hasil Penelitian menunjukkan adanya perubahan suhu tubuh antara kelompok perlakuan/intervensi (kompres cuka) dengan kelompok kontrol (tanpa kompres cuka) menggunakan uji independent sample t test  didapatkan nilai p<α=0,05 dengan tingkat kesalahan,  α= 0,05.  Jika nilai p<α=0,05 maka Ha diterima, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara  suhu tubuh pada balita yang dilakukan kompres cuka dengan yang tidak memakai cuka. Kesimpulan terdapat perbedaan yang signifikan antara  suhu tubuh pada balita yang dilakukan kompres cuka dengan yang tidak memakai cuka. Saran bagi Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru khususnya poliklinik immunisasi dan kader posyandu dapat memberikan alternatif kompres cuka (metoden non farmakologi) untuk menurunkan suhu tubuh balita pasca immunisasi

References

1. Ahmed. Elsayeda Ibrahim dan Fathia Mohammed. (2012) A Comparison Of Vinegar Compress vs Cold Water & Water With Vinegar for treating of fever at tropical hosspitals. International journal of nursi science. Vol 2 (4) pages : 38 – 46 (September 2018) diambil dari : article : sapub.org/pdf/10.5923.j.nursing20120204.03.pdf
2. Antono, Sumy Dwi. (2017) The Effectiveness of Warm Vinegar Compress in Lowering Children Body Temperature With Acute Febrile Ilness International Journal Of Science and Research (IJSR). Vol.6 Issue 1, January 2017. Diambil dari : https://www.ijsr.net/archive/v6il /ART20164539.pdf (September 2018)
3. Atiq. Baitil. (2009) Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Orangtua Mengenai Pemberian Antipiretik Pada Anak Sebelum Berobat Berdasarkan Jenis Pekerjaan Orang Tua. Jakarta : Universitas Indonesia. Diambil dari : lib.ui.ac.id (8 September 2018)
4. Brag,et al. (2011) Apple Cider Vinegar. Bragg books and health products
5. Cahyaningrum, Etika Dewi & Putri, Diannike. (2017) Perbedaan Suhu Tubuh Anak Demam Sebelum Dan Setelah Kompres Bawang Merah. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 15 No 2, AGUSTUS 2017.
6. Dewi (2017)Analisis Pengukuran Suhu Tubuh Bayi Balita Dengan Berbagai Jenis Termometer. Vol. 11 Nomor 4 Oktober 2016 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887 80
7. Graha, Ali Satia. (2010) Adaptasi Suhu Tubuh Terhadap Latihan Dan Efek Cedera Di Cuaca Panas Dan Dingin. Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 6, Nomor 2, Juli 2010
8. Guyton, & Hall,J.E. (Eds.) (2013) Text Book of Medical Physiology), Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (11 ed.) Jakarta : EGC
9. Hanafi,Syarhan Ali. 2016. Definisi Bayi Baru Lahir, Neonatus, Bayi, Batita, Balita, Anak Dan Batasannya. Tersedia https://inseparfoundation.wordpress.com/2016/07/01/definisi-bayi-baru-lahir-neonatus-bayi-batita-balita-anak-dan-batasannya/
10. Haryani, Siti dan Eka Adimayanti. (2016) Gambaran Pengetahuan Ibu Dalam Menangani Hipertermi Pada Anak Usia Prasekolah Di Paud Melati Dusun Sleker Desa Kopeng Kec. Gentasan Kab. Semarang. Jurnal Keperawatan Anak. Vol.3 No.1, November-2016;18-22. Diambil dari : https://ppnjateng.org/
11. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014. Penanganan Demam Pada Anak. Diambil Dari : www.idai.or.id/artikel /klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak. (8 September 2018)
12. Inke Nadia Diniyanti Lubis, dkk. 2011. Penanganan Demam Pada Anak . Sari Pediatri. Vol 12 No.6 , April 2011 diambil dari : https://saripediatri.org/index.php/saripediatri/article/wew (8September 2018)
13. Irdawati. 2009. Kejang Demam dan Penatalaksanaannya. Berita Ilmu Keperawatan. Vol 2 No.3, September 2009. Diambil dari: https://publikasiilmiah.ums.ac.id
14. Kania,Nia, (2007) Penatalaksanaan Demam pada Anak, Bandung, dari http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2010/02/penatalaksanaan_demam_pada _anak.pdf.Diakses 9 September 2018
15. Kementerian_Kesehatan_Republik Indonesia. (2011). Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut . Jakarta.
16. Kozier&Barbara. (2004) Fundamental of Nursing: Concept, Process and Practice Upper Saddle River, N.J. Prentice Hall Health. Retrieved from http://www2.chemistry.msu.edu/faculty/reusch/VirtTxtJml/Questions/MOLEDITOR/Carbhyd1.htm
17. Maharani,Lindya, (2011) Perbandingan Efektifitas Pemberian Kompres Hangat dan Tepid Water Sponge terhadap Penurunan Suhu Tubuh Balita yang Mengalami Demam di Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita Rumbai Pesisir, Skripsi, Universitas Riau, diperoleh tanggal 9 September 2018 dari https://www.scribd.com/doc/73195543/all-ok
18. Marwan. Roly (2017) Faktor yang Berhubungan Dengan Penanganan Pertama Kejadian Kejang Demam Pada Anak Usia 6 Bulan – 5 Tahun di Puskesmas. Caring Nursing Journal. Vol .1 No.1, April 2017. Diambil dari: https://journal.umbfm.ac.id/index.php/caring-nursing (8 September 2018)
19. Mueser, Anne Marie. (2007) Panduan Lengkap Perawatan Bayi dan Anak. Jogjakarta: Diglossia Medika.
20. Nursalam. (2008) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
21. Nusi, Danial T dkk. 2013. Perbandingan Suhu Tubuh Berdasarkan Pengukuran Menggunakan Termometer Air Raksa Dan Termometer Digital Pada Penderita Demam Di Rumah Sakit Umum Kandou Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 1, Maret 2013, hlm. 190-196. Tersedia: https://media.neliti.com/media/publications/66884-ID-perbandingan-suhu-tubuh-berdasarkan-peng.pdf
22. Oswari E, 2009 dalam Nusi, Danial T dkk 2013. Perbandingan Suhu Tubuh Berdasarkan Pengukuran Menggunakan Termometer Air Raksa Dan Termometer Digital Pada Penderita Demam Di Rumah Sakit Umum Kandou Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 1, Maret 2013, hlm. 190-196. Tersedia: https://media.neliti.com/media/publications/66884-ID-perbandingan-suhu-tubuh-berdasarkan-peng.pdf
23. Priyanto, Hendri. (2016) Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Keamanan dan Perlindungan: Termoregulasi dengan Hipertermi: STIKES Muhammadiyah Gombong. Diambil dari: elib.stikesmuhgombong.ac.id/133/1/HENDRIPRIYANTONIM.A01301757.pdf. ( 8 September 2018)
24. Pusdatin. (2015) Situasi Kesehatan Anak balita di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI
25. Sacharin, Rosa M. (1993) Prinsip Keperawatan Pediatrik edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
26. Sandi, I Nengah dkk. (2017) Pengaruh Kelembaban Relatif Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Latihan. Sport and Fitness Journal Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109
27. Soetjiningsih. (1995) Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
28. Suriadi, & Yuliani,R. (Eds.). (2010) Buku Pegangan Praktek Klinik Asuhan Keperawatan Anak (1 ed.) Jakarta: CV Sagung Seto
29. Susanti, Nurlaili. (2012) Efektifitas Kompres Dingin Dan Hangat Pada Penataleksanaan Demam. Sainstis. VOLUME 1, NOMOR 1, APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699. Tersedia: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/sainstis/article/viewFile/1866/pdf_1
30. Sutresna, Nana. (2007) Cerdas Belajar Kimia. Bandung: Grafindo Media Pratama.
31. Teras luar.com (2018) https://www.terasluar.com/cara-tepat-turunkan-demam-anak-1-jam/
32. Wardiyah dkk. (2016) Perbandingan Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Dan Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Yang Mengalami Demam Di Ruang Alamanda Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2015. JURNAL KESEHATAN HOLISTIK Vol 10, No 1, Januari 2016 : 36-44
33. Wardiyah, Aryanti dkk (2016) Perbandingan Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Dan Tepidsponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Yang Mengalami Demam Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 4, No. 1 Mei 2016
Published
2020-11-30